KiosCasino Menyediakan Permainan Sbobet, Sportbook, SLOT GAME, LIVE CASINO Untuk Keterangan Lebih Lanjut Silahkan Hubungi Live Chat Kami :).

Pengalamanku Yang Pertama Dengan Kakak Teman Baikku

No Comments
Pengalamanku Yang Pertama Dengan Kakak Teman Baikku
 

       Cersex - Perkenalkan namaku Rendi, umurku saat ini 20 tahun. Kuliah dikota S yang terkenal dengan sopan santunnya. Aku anak kedua setelah kakakku Ana. Ibuku bekerja sebagai pegawai negeri sipil dan ayahku juga bekerja di kantor. 

Tinggi badanku biasa saja layaknya anak seusiaku yakni 169 cm. Di situs ini aku akan menceritakan kisah unikku. Pengalaman pertama dengan apa yang namanya sex. Kisah ini masih aku ingat selamanya karena pengalaman pertama memang tak terlupakan.


Aku punya teman sebayaku namanya Putri, kami sekelas dan duduk bersebelahan sejak SD. Aku dan dia sering main bersama. Dia anak yang sangat manis dan manja. Dia mempunyai dua kakak. Kakak pertama namanya Rio, dia sudah bekerja di Jakarta. Dan kakaknya yang satu lagi namanya Linda. Saat itu dia kuliah semester 4, jurusan akuntansi di salah satu perguruan tinggi di kota kelahiranku. Dia lebih cantik dari pada adiknya Putri. Tingginya kira kira 160 cm dan ukuran payudaranya cukup ideal untuk seusianya tidak besar banget tapi kenceng.

Kejadian ini saat aku masih kelas 6 SD, Umur 13thn. Waktu itu hari sangat panas, aku dan Putri sedang main dirumahnya. Maklum rumahku dan rumahnya bersebelahan. Saat itu ortu dari Putri sedang pergi ke Bandung untuk beli kain. Putri ditinggal bersama kakaknya Linda.


"Main dokter dokter an yuk, aku bosen nich mainan ini terus" ajak Putri

Segera aku siapkan mainannya. Aku jadi dokter dan dia jadi pasiennya. Waktu aku periksa, dia buka baju. Kami pun melakukan seperti itu dengan biasa saja karena belum ada naluri seks seperti orang dewasa, kami menganggap itu mainan dan hal itu biasa karena masih kecil. Waktu aku pegang stetoskop dan menyentuhkannya didadanya. Aku tidak tahu perasaanya. Tapi aku menganggapnya sebatas permainan. Waktu itu pintu tiba tiba terbuka. Linda pulang dari kampusnya. Dengan masih telanjang dada Putri menghampiri kakaknya di depan pintu masuk.

"Hai kak baru pulang dari kampus" 

"Loh Ngapain kamu buka baju segala" Kak Linda memandangi adiknya. 

"Kita lagi main dokter dokteran, aku pasiennya sedangkan Rendi jadi dokternya, tapi sepi kak masa pasiennya cuma satu. Kakak lelah nggak. Ikutan main ya kak?" 

"Oh permainan toh... Ya sudah aku nyusul, aku mau ganti pakaian dulu gerah banget nih"

Kami bertiga pun segera masuk ke kamar lagi, aku dan Putri asyik main dan Kak Linda merebahkan tubuhnya ditempat tidur disamping kami. Aku melihat Kak Linda sangat cantik ketika berbaring. Setelah beberapa menit kemudian dia memperhatikan kami bermain dan dia terbengong memikirkan sesuatu.

"Ayo Kak cepetan, malah bengong" ajak Putri pada kakaknya.

Lalu dia berdiri membuka lemari. Dia kepanasan karena udaranya. Biasanya dia menyuruh kami tunggu di luar ketika dia ganti baju

"Ayo tutup mata kalian, aku mau ganti nih soalnya panas banget" Kak Linda menyuruh kami.

Dia melepaskan pakaian satu persatu dari mulai celana panjangnya, dia memakai cd warna putih berenda dengan model g-string. Saat itu dia masih dihadapan kami. Tertampang paha putih bersih tanpa cacat. Setelah itu dia melepas kemejanya dicopotnya kancing stu perstu. Setelah terbuka seluruh kancingnya, aku dapat melihat bra yang dipakainya. 

Lalu dia membelakangi kami, dia juga melepas branya setelah kemejanya ditanggalkan. Aku pun terbengong melihatnya karena belum pernah aku melihat wanita dewasa telanjang apa lagi ketika aku melihat pantatnya yang uuuhhh..! 

Dia memilih baju agak lama, otomatis aku melihat punggungnya yang mulus dan akhirnya dia memakai baby doll dengan potongan leher rendah sekali tanpa bra dan bahannya super tipis kelihatan putingnya yang berwarna coklat muda. Kulitnya sangat putih dan mulus lebih putih dari Putri. Putri melihatku.

"Rendi koq bengong? belum pernah lihat kakakku buka baju ya? Lagian kakak buka baju nggak nyuruh kita pergi." 

Kak Linda ngomel,

"Idih.. kalian masih kecil belum tahu apa apa. lagian juga aku nggak ngelihatin kalian langsung. Mau lihat ya Ren?" dia bercanda. 

Akupun menundukan mukaku karena malu.

"Tapikan kak, susunya kakak sudah gede segitu. apa nggak malu ama Rendi." Putri menjawab ketus.

"Kamu aja telanjang kayak itu.. apa kamu juga nggak malu? sudah ayo main lagi." Linda menjawab adiknya. 

Kami pun bermain kembali. Giliran Kak Linda aku periksa. Dia menyuruh aku memeriksanya, dia agak melonggarkan bajunya. Ketika stetoskop aku masukkan di dalam bajunya lewat lubang lehernya, tepat kena putingnya. Dia memekik. Aku pun kaget tapi aku pun tidak melihatnya karena malu. Dia menyuruhku untuk untuk lama lama didaerah itu. Dia merem melek kayak nahan sesuatu, dipegangnya tanganku lalu ditekan tekan daerah putingnya. Aku merasa sesuatu mengeras.

"Kak ngapain... Emang enak banget diperiksa... Kayak orang sakit beneran banget." Putri Tanya ama kakaknya. 

Kak Linda pun berhenti.

"Yuk kita mandi.. soalnya sudah sore lagikan kamu Putri ada les lho nanti kamu ketinggalan." Ajak Kak Linda pada kami berdua. 

Dia menyuruh bawa handuk ama baju ganti. Setelah mengisi air, aku pun membuka bajuku tanpa ada beban yang ada dan telanjang bulat, begitu juga ama Putri. Kamipun bermain air di bathup. Kamar mandi disini amat mewah ada shower dan bathup dan lain lain lah, maklum dia anak terkaya dikampungku. 

Setelah itu pintu digedor ama kakaknya, dia suruh buka pintu kamar mandinya. Aku pun membukanya. Kak Linda melihatku penuh kagum sambil menatap bagian bawahku yang sudah tanpa pelindung sedikitpun, aku baru tahu itu namanya lagi horny. Lalu dia masuk segera dan dia membuka piyama mandinya. 

Jreng... Hatiku langsung berdetak kencang, dia menggunakan bra transparan ama cd yang tadi dia pake dihadapan kami.

"Bolehkan mandi bersama kalian? lagian kalian kan masih anak kecil." 

"Ihh... Kakak... Punya kakak itu menonjol" ledek adiknya.

Dia hanya tersenyum menggoda kami, terutama aku.

"biarin.. wekq.." sambil dia pegang sendiri puttingnya dia menjawab. 


Lalu dia membasahi badannya dengan air di shower. Makin jelas apa yang namanya payudara cewek lagi berkembang. Beitu kena air dari shower bra Kak Linda agak melorot kebawah. Lucu banget bentuknya pikirku. Payudaranya hendak seakan melompat keluar.

"Ayo cepat turun dulu, aku kasih busa di bathupnya... ".

Putri bergegas keluar tapi aku tidak, aku takut kalau ketahuan anuku mengeras, aku malu banget. Baru kali ini aku mengeras gede banget. Lalu Kak Linda mendekat dan melihatku serta menyuruhku untuk turun. Aku turun dengan tertunduk, muka Kak Linda melihat bagian bawahku yang sudah mengeras, sama pada waktu aku bermain tadi tapi bedanya sekarang langsung dihadapan mata langsung. Dia hanya tersenyum padaku. Aku kira dia marah. Dia kayak sengaja menyenggol senjataku dengan paha mulusnya.

"Ooohh... Apa itu..." (pura pura dia tidak tahu) Putripun tertawa melihatnya. 

"Itu yang dinamakan senjatanya laki laki yang lagi mengeras tapi culun ya kalau belum disunat.." Kak Linda memberitahukan pada adiknya.

Setelah busanya melimpah di air kami pun nyebur bareng.

"Adik adik, Kakak boleh nggak membuka bra kakak" pinta Kak Linda pada kami. 

"Buka aja to Kak.. lagian kalau mandi pakai pakaian kayak orang desa." adiknya menjawab.

Tapi aku nggak bisa jawab. Dengan pelan pelan kancing dibelakang punggung dibukanya lalu lepas sudah pengaman dan pelindung susunya. Dengan telapak tangannya dia tetap menutupi payudaranya.

"Sudah buka aja sekalian cd nya, nanti kotor airnya kena bau cd kakak," ujar Putri kepada kakaknya.

Segera dia berdiri diatas bathup melorotkan cdnya dengan hati hati(kayaknya dia sangat menunggu ekspresiku ketika melihat wanita dewasa telanjang bulat dihadapannya). Ketika dia berdiri membetulkan shower diatas kami, aku melihat seluruh tubuhnya yang sudah telanjang bulat.

"Kak anu... anu... Susu kakak itu besarnya, ama bawahan kakak ada rambutnya dikit gitu," aku memujinya.

dia hanya tersenyum dan memberitahu kalau aslinya bawahan nya lebih lebat lagi, hanya saja rajin dicukur. Dia agak berlama lama berdiri, kayaknya makin deket aja bagian sensitivenya dengan wajahku, ada sesuatu harum yang berbeda dari daerah sekitar itu. Kak Linda terus berdiri sambil melirikku.

Sambil membilasi payudaranya dengan air hangat serta digoyang dikit dikit bokong bahenolnya. Dia menghadap kami sambil mnyiram bagian sensitifnya. Aku pun tak berani langsung menatapnya. Sambil memainkan payudaranya sendiri dia punya saran plus ide gila.

"Main yuk. Aku jadi ibunya, kalian jadi anaknya ya.."

Kak Linda mengajak main ibu ibuan, dia menyuruh kami jadi bayi. Lalu dia menyodorkan susunya pada kami.

"Anakku kasihan, sini ibu beri kamu minum.." dia berkata pada kami.

Putri pun langsung mengenyot puting susu kakaknya, tapi aku pun tak bergerak sama sekali, lalu dia langsung menyambar kepalaku ditarik ke arah payudaranya.

"Ayo sedot yang kuat... Ahhh... Cepet... Gigit pelan pelan... Acchhh..," kata itu keluar.

"Tapi koq nggak keluar airnya. Punya Mama saja keluar air susunya." Tiba tiba Putri berhenti.

"Uhh... Ini kan namanya main2, jadi nggak beneran. Kamu udahan aja. sudah jam nya kamu les" Putri pun bergegas turun dan berganti pakaian. 

Sejak saat itu aku tak memdengar langkah dia lagi. Aku pun masih disuruh main dengan putingnya tangan kiriku dikomando supaya meremas susu kirinya. Tiba tiba ada sesuatu yang bikin aku bergetar, ada sesuatu yang merambat dan memegangi anuku. Dengan tangan kanan memegangi tangan kiriku untuk meremas payudaranya, ternyata tangan kirinya memainkan penisku.

Segera dia memerintahkan aku untuk turun dari situ. Kami pun turun dari situ. Lalu. Dia duduk di pingiran sambil membuka selakangannya. Aku baru pertama kali itu melihat rahasia tersensitive cewek. 

"Rendi.. ini yang dinamakan vagina, punya cewek. Tadi waktu kakak berdiri aku tahu kalau kamu memperhatikan bagian kakak yang ini. Ayo aku ajarin gimana main ama vagina.." akupun hanya mengangguk.

Dia menyuruhku menjilatinya setelah dia mengeringkannya dengan handuk. Aku pun menjulurkan lidahku kesana tapi hanya bagian luarnya. Dia hanya tersenyum melihatku. Dengan jari tangan nya dia membuka bagian kewanitaan itu. 

Aku benar benar takjub melihat pemandangan kayak itu. Warnanya merah muda seperti sebuah bibir mungil. Setelah dia buka kemaluannya, lalu dia suruh aku supaya menjilatinya. Ada cairan sedikit yang keluar dari bagian itu rasanya asin tapi enak. Disuruh aku menyodok dengan kedua jariku,  mulai terasa sangat becek. 


Lalu Dia menyuruhku berhenti sejenak. Ketika dia menggosok gosok sendiri dengan tangannya dengan cepat dan dia menyambar kepalaku lagi dengan tangannya, ditempelkan mukaku dihadapan vagina nya.

Seeerrr... Serr...  bunyi air yang keluar dari vaginanya, banyak sekali. 

Sambil berteriak plus mendesis dan merem melek. Setelah itu dia jongkok, aku kaget ketika dia langsung menjilati kepala penisku. Di buka bagian kulup nya hingga kelihatan kepalanya. Terasa Geli banget.

"Kakak enggak jijik ya? kan buat kencing.." aku bertanya pada dia tapi dia terus mengulumnya maju mundur.

Sakit dan geli itu yang kurasakan pasti, tapi lama lama enak, aku langsung rasanya seperti mau kencing tapi tidak jadi. Dia menggunakan sabun cair juga yang katanya biar agak licin jadi nggak sakit. Saking enaknya aku bagai melayang, badanku bergetar semua. Setelah dibilas dia mengkulum penisku lagi, semua masuk didalam mulutnya.

"Kak kayaknya aku mau kencing nih.." aku menyela.

Dia hanya tersenyum tak memperdulikan, Setelah itu dia berbaring dilantai sambil  dia menyuruhku bermain dengan kacang didalam vaginanya. Pertamanya aku tidak tahu dan tidak paham, dia memberi tahu dengan dia sendiri membuka belahan vaginanya. Aku disuruh sentuh bagian disitu dengan kasar. 

Dia langsung menjerit keenakan walau belum sempurna perlakuanku itu, dia mengajariku bagaimana seharusnya melakukannya. Diputar putar jariku disana. tiba tiba kacangnya itu menjadi sangat keras.

Sekitar 5 menit aku bermain dengan jariku, kadang dengan lidahku. dan Keluar lagi air dari vaginanya itu. Aku disuruh terus menyedotnya. Dia kayaknya sangat lemas lunglai menikmati perlakuanku. 

Setelah beberapa saat, dia pun mulai memegang penisku yang memang sudah lumayan besar kala itu dan menuntunnya ke arah belahan vaginanya yang merekah itu.

"Coba masukan anu mu ke dalam situ ren, pasti kakak jamin enak banget rasanya.." dia menyuruhku.

Dengan hati-hati dan penasaran, aku dorong memasukkan penisku ke lubang sempit kak linda itu, Pelan tapi pasti penisku menerobos masuk, sangat hangat dan basah rasanya penisku. setelah masuk  semua, aku diam saja tidak mengerti kelanjutannya. Dia menyuruh aku untuk menarik dan menekan dengan keras pantatku. Dan 

Plokk.. enak sekali perasaan geli itu kurasakan.

Dia memberi saran kepadaku untuk mengulanginya kayak orang sedang memompa. Masuk-keluar begitu. dan langsung kulakukan kemauannya.

"Acch.... terus... yang cepet... ren.. ah... ah... ah... " dia mendesis, dia menggoyangkan pantatnya yang besar kesana kemari.

Tapi hanya sekitar 3 menit aku lakukan itu, rasanya penisku kayak diremas oleh bongkahan daging  lembut dan basah gitu. lalu aku rasanya ingin sekali pipis. dan Saat itu juga penisku tak terhankan lagi, kayak ada yang mengalir keluar. Dan 

Cret.. Cret.. air maniku membanjiri bagian dalam lubangnya. 

Sangat lega dan nikmat perasaan itu, baru pertama kali itu aku merasakan perasaan seperti itu, kala itu aku yang masih belum mengerti apa apa tentang seks, sangat ketagihan merasakan kegiatan kami ini.

Setelah kak linda membersihkan lubang kencingnya itu, kami pun keluar dan dia langsung pergi ke kamar dengan masih keadaan bugil. dia berbaring karena lemas, aku mendekatinya dan dia memelukku seperti adiknya, payudaranya nempel di mukaku. 

Ketika aku melihat wajahnya, dia menangis. dan dia menyuruh aku pulang. Aku mengenakan pakaian dan pulang. Dia menyuruh merahasiakan kejadian itu, kalau sampai aku berbicara sama orang lain! aku nggak boleh bermain ama adiknya lagi.

Setelah kejadian itu, Kami pun terus melakukannya sampai sekitar 1 tahunan tanpa ada siapa pun yang tahu. sampai akhirnya dia hamil dan menikah, tidak tau pasti anak siapa yang di kandungnya.

Akupun hanya tersenyum ketika aku berjumpa dengan nya lagi hingga sekarang dan aku ngucapin banyak terima kasih buat kakak linda, itu adalah pengalaman seks ku yang pertama.

back to top